mitrabhayangkarainobes.com
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
mitrabhayangkarainobes.com
No Result
View All Result

Gusmiyadi kalau Meninggal karena Covid, Gratis Biaya Gali Kubur

by Redaksi
12 Agustus 2021
in Berita Kapolda Sumut, Berita Polsek Jajaran, Mitra Polri, Pemerintahan
0
146
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mitra Bhayangkara inobes – Sumut

 

SIANTAR – M24

ADVERTISEMENT

Postingan Gusmiyadi (Goben) di Facebook, menimbulkan masalah baru. Pengurus dan penggali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jalan Bali Kota Siantar, kini jadi enggan terlibat lagi dalam proses pemakaman jenasah pasien Covid-19.

Baca Juga

Warga Sampaikan Rasa Terimakasih Dan Apresiasi Atas Aspirasi Bapak Johanes Sipayung SE.

Ini Respon Kapolres Siantar Tekait Tudingan Kadishub Polisi Minta 200 Juta.

Pemerataan Tanah Urug Masuk Dalam Kategori Pertambangan dan Wajib Memiliki Izin.


“Gak mau lagi kami mengurusi proses pemakaman pasien Covid bang. Betullah. Kecuali Pak Dewan itu (Gusmiyadi) yang meninggal karena Covid dan keluarganya minta dikebumikan di sini. Barulah kami mau. Garatis pun kami buat bang, khusus dia. Gak usah pala dibayar upah gali lubangnya,” kata para penggali kubur yang ditemui wartawan, Kamis (12/08/2021) sekira pukul 08.00 WIB.

Andre, Aldo dan Anto, memang bagian dari penggali kubur dan pengurus TPU Jalan Bali Kota Siantar. Mereka, saat itu mengaku baru saja didatangi petugas Reserse dan Kriminal dari Poldasu.

“Kami tadi ditanyain bang. Mereka naik fortuner. Katanya polisi dari Polda. Soal uang dua juta itulah kami ditanya. Yang diviralkan anggota dewan itu,” tegas Aldo. “Begitu kami jawab semua pertanyaannya, anggota dari Polda itu pun bisa memahami kok. Mereka pergi,” tambah Aldo.

Aldo dan Anto, tidak membantah selama menggali kubur di masa pandemi, khusus terhadap jenasah pasien Covid-19, mereka membuka harga upah gali kubur kepada keluarga jenasah, di kisaran Rp2 juta.

“Itukan menurut kami wajar. Dan kalau keluarganya gak mampu, seratus ribu pun dibayar, ya kami gali juga. Ada itu yang cuma bayar seratus ribu tetap kami gali. Boleh tanya keluarganya. Inikan soal amal kemanusiaan bang. Di samping kami juga dalam rangka mempertahankan hidup kami dan keluarga,” tambah Aldo lagi.

Kalau dihitung biaya upah gali kubur sebesar Rp2 juta, menurut para penggali kubur, sangatlah wajar. Selain dikerjakan harus malam hari, juga terpaksa melibatkan enam sampai tujuh orang.

“Waktu kami hanya dua jam saja satu lubang. Makanya harus rame. Ngerjakannya pun malam bahkan bisa dini hari. Pas menggali kita juga harus hati-hati. Supaya tak mengganggu makam di sebelahnya. Kalau bau bangkai sudah lah, itu biasa. Tengkorak kepala dari makam di sebelah biasa ditemukan pas menggali lubang baru, itu yang sering kami alami. Karena malam gak begitu bagus pengelihatan. Kok dah ada kerangka beserak, kerja jadi makin panjang. Karena kerangka yang berserak harus kita susun kembali dengan rapi,” papar Aldo.

Repot dan sulitnya menggali kubur dengan waktu tertentu dan medan yang sulit, ongkos sebesar Rp2 juta tidaklah besar. Apalagi, harus dibagi-bagi dengan seluruh anggota yang terlibat penggalian.

“Dua juta bagi 6 kadang tujuh orang, seberapalah itu bang. Kalau gak suruh anggota dewan itu nyari pengganti kami. Biar mereka yang gali,” sergah Aldo.

Sejak Gusmiyadi menyebarkan informasi yang belum jelas asal usulnya ke media sosial hingga viral sampai ke grup-grup what’s app, dampaknya bukan saja para penggali kubur yang merasa nama baiknya tercemar. Keluarga dekat mereka juga merasa tak nyaman.

Sementara Andre, bahkan menyayangkan sikap Gusmiyadi yang dianggapnya ceroboh. Menyebarkan informasi sepihak yang belum tentu jelas asal usul bahkan kebenarannya.

“Dia (Gusmiyadi) sebut di FB nya biaya dua juta untuk pemakaman di TPU Jalan Bali mahal. Itu jelas tendensinya ke kami. Jelas kami sasaran tembak dia,” curiga Andre.

Sebagai anggota dewan yang menerima laporan sepihak, Gusmiyadi kata Andre, harusnya tak langsung menyebarkan info apa pun ke media sosial. Sebelum kroscek kepada kedua belah pihak. Sebab itu bukan solusi, tapi justru memicu timbulnya masalah baru.

“Datangla ke sini. Jumpai kami. Kroscek dulu kebenarannya. Bukan asal main sebar aja ke publik. Kami aja yang gak orang sekolahan kayak dia, hati-hati kali kami bermedia sosial ini. Karena bisa saja berdampak negatif,” papar Andre.

Ulah Gusmiyadi menyebarluaskan informasi tersebut, kini membuat para penggali kubur dan pengurus TPU Jalan Bali, menyatakan tidak akan mau lagi terlibat dalam proses pengebumian pasien Covid 19. Sampai batas waktu tak ditentukan.

“Kecuali jika dewan itu (Gusmiyadi) yang meninggal dunia karena Covid-19. Dan keluarganya minta dimakamkan di sini. Kami rela menggali liang lahat untuk jenasahnya. Gratis pun. Kita kan gak tau umur. Itu semua di Tangan Tuhan. Ya mudah-mudahan dewan itu sehat. Bisa dicarikannya penggali kubur pengganti kami untuk mengurus jenasah pasien Covid,” sindir Andre.

Para penggali kubur dan pengurus juga berharap, agar lebih terhormat, Gusmiyadi, mau mengulik indikasi dana Covid yang dikorupsi. Termasuk biaya gali lubang kubur untuk jenasah pasien Covid -19 yang harusnya ditanggung pemerintah.

“Kami pun miris juga minta upah gali dari keluarga pasien itu bang. Tapi kek mana, itukan keringat kami. Jadi kami kerja, bukan tanpa alasan minta uang itu. Anak istri penggali kubur mau makan juga loh di rumah. Bukan langsung kaya raya kami dari uang itu,” sentil Andre.

Terakhir, para pengurus dan penggali kubur TPU Jalan Bali, memohon maaf kepada seluruh warga Siantar. Sebab ke depan, pengurus dan penggali kubur TPU Jalan Bali, tak akan terlibat dalam proses pemakaman jenasah pasien Covid-19 yang hendak dimakamkan di TPU Jalan Bali.

Sejak mula pandemi merebak, para penggali kubur juga mengaku tak pernah mendapat perhatian pemerintah apalagi Gusmiyadi. Padahal, kerja mereka berat dan berisiko tinggi tertular Covid-19.

“Warga Siantar yang keluarganya meninggal karena Covid 19 dan hendak dimakamkan di TPU Jalan Bali, kami sampaikan permohonan maaf kami untuk tidak terlibat sementara dalam proses pemakaman jenasah. Terkhusus menggali kubur,” tutup Andre memohon maaf.

Dengan tidak aktifnya para penggali kubur dan pengurus TPU Jalan Bali dalam proses pemakaman jenasah pasien Covid-19 di Siantar, bisa dipastikan masyarakat di seputaran kawasan TPU. Seperti di Kecamatan Martoba, Utara, Barat dan Sitalasari, bakal repot mencari lokasi makam jika ada kelurga yang meninggal karena Covid. Alternatifnya, pengebumian hanya di TPU Jalan Pane.

Sekadar diketahui, Gusmiyadi, anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra, menyebarkan tulisan lewat status akun facebooknya atas nama Gusmiyadi.

Tulisan yang disebutnya sebagai surat terbuka, berisi informasi sepihak. Di mana, Gusmiyadi menekankan mahalnya biaya pemakaman jenasah pasien Covid 19 di TPU Jalan Bali, yakni mencapai Rp2 juta.

Selain harus mengeluarkan uang yang dianggapnya sangat mahal, Gusmiyadi yang menulis status di facebooknya pada Selasa (10/08/2021) lalu, juga memastikan harga dua juta rupiah itu baru bisa tercapai setelah melewati negosiasi panjang terlebih dahulu.

Tak sampai situ. Gusmiyadi juga menuliskan akibat mahalnya biaya pemakaman itu, tak jarang mengakibatkan kelurga para koban kesulitan menyiapkan dana. Bahkan ada yang sampai berhutang dan jual barang.

Sayangnya, tulisan Gusmiyadi itu meleset. Sebab setelah dicek wartawan, para penggali kubur bahkan tak menolak diberi upah hanya Rp100 ribu. Apabila keluarga jenasah pasien Covid yang hendak dimakamkan, benar-benar mengakui kesulitan uang alias miskin.

 

PENULIS : Indra

 

Cloud Hosting Indonesia

Berita Lainnya

Warga Sampaikan Rasa Terimakasih Dan Apresiasi Atas Aspirasi Bapak Johanes Sipayung SE.

by dewauang
30 Agustus 2025
0

Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun--Berbagai kalangan masyarakat bersyukur atas pembangunan infrastruktur jalan kabupaten jurusan Simpang Buntu ke Tangga Batu oleh Dinas PUPR...

Ini Respon Kapolres Siantar Tekait Tudingan Kadishub Polisi Minta 200 Juta.

Ini Respon Kapolres Siantar Tekait Tudingan Kadishub Polisi Minta 200 Juta.

by dewauang
28 Juli 2025
0

Mitrabhayangkarainobes.com/Siantar  -  Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pematangsiantar, Julham Situmorang, membuat pernyataan kontroversial melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menuding...

Pemerataan Tanah Urug Masuk Dalam Kategori Pertambangan dan Wajib Memiliki Izin.

Pemerataan Tanah Urug Masuk Dalam Kategori Pertambangan dan Wajib Memiliki Izin.

by dewauang
10 Juli 2025
0

Mitrabhayangkarainobes.com/Pematangsiantar  -  Cukup banyak aktivitas penambangan tanah urug (timbunan), pasir dan batu tanpa izin resmi dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Salah...

Pemerataan Tanah Urug Masuk Dalam Kategori Pertambangan dan Wajib Memiliki Izin.

Asnan Batu Bara Kelola Tambang Tanah Urug Ilegal di Kecamatan Siantar Martoba.

by dewauang
12 Juli 2025
0

Mitrabhayangkarainobes.com/Pematangsiantar  -   Penambangan tanah urug (timbunan) ilegal di Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba mulai beroperasi kembali. Sebelumnya, tambang tanah...

Discussion about this post

TRENDING NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

TENTANG

mitrabhayangkarainobes.com | merupakan media yang mengutamakan publikasi suara rakyat serta menyajikan berita yang berimbang, kritis dan mendidik

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Recent Posts

  • Sinergi TNI–Polri dan Warga, Patroli Siskamling Ciptakan Malam Aman di Dolok Pardamean. 
  • Kalapas Tanjung Balai Terkesan Tantang Kanwilkumham, Diduga Bigbos Narkoba Tok Adan Tetap Beroperasi. 

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com