mitrabhayangkarainobes.com
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
mitrabhayangkarainobes.com
No Result
View All Result

Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan COVID-19

by Redaksi
1 September 2021
in Uncategorized
0
136
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa untuk menghadapi pandemi COVID-19 dalam jangka panjang diperlukan strategi yang mengedepankan pada penanganan di sisi hulu. Strategi penanganan ini terdiri dari tiga komponen yaitu deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Menkes dalam keterangan pers mengenai perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkini, Senin (30/08/2021) malam, secara virtual.

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan. Aplikasi ini memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan.

Menkes mengungkapkan, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Keenam sektor tersebut adalah, pertama perdagangan baik di pasar/toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan event/pertunjukan.

Kemudian aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terakhir, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya untuk strategi deteksi melalui 3T, diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus. Menkes menegaskan bahwa daerah yang masing memiliki tingkat positivity rate tinggi harus meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan.

“Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujarnya.

Terakhir, terkait dengan strategi vaksinasi, pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Menkes mengungkapan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus ini.

“Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” tandasnya. (RF/UN)

The post Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan COVID-19 appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa untuk menghadapi pandemi COVID-19 dalam jangka panjang diperlukan strategi yang mengedepankan pada penanganan di sisi hulu. Strategi penanganan ini terdiri dari tiga komponen yaitu deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Menkes dalam keterangan pers mengenai perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkini, Senin (30/08/2021) malam, secara virtual.

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan. Aplikasi ini memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan.

Menkes mengungkapkan, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Keenam sektor tersebut adalah, pertama perdagangan baik di pasar/toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan event/pertunjukan.

Kemudian aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terakhir, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya untuk strategi deteksi melalui 3T, diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus. Menkes menegaskan bahwa daerah yang masing memiliki tingkat positivity rate tinggi harus meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan.

“Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujarnya.

Terakhir, terkait dengan strategi vaksinasi, pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Menkes mengungkapan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus ini.

“Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” tandasnya. (RF/UN)

The post Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan COVID-19 appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca Juga

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa untuk menghadapi pandemi COVID-19 dalam jangka panjang diperlukan strategi yang mengedepankan pada penanganan di sisi hulu. Strategi penanganan ini terdiri dari tiga komponen yaitu deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Menkes dalam keterangan pers mengenai perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkini, Senin (30/08/2021) malam, secara virtual.

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan. Aplikasi ini memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan.

Menkes mengungkapkan, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Keenam sektor tersebut adalah, pertama perdagangan baik di pasar/toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan event/pertunjukan.

Kemudian aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terakhir, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya untuk strategi deteksi melalui 3T, diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus. Menkes menegaskan bahwa daerah yang masing memiliki tingkat positivity rate tinggi harus meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan.

“Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujarnya.

Terakhir, terkait dengan strategi vaksinasi, pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Menkes mengungkapan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus ini.

“Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” tandasnya. (RF/UN)

The post Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan COVID-19 appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Dokumentasi Humas Setkab)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa untuk menghadapi pandemi COVID-19 dalam jangka panjang diperlukan strategi yang mengedepankan pada penanganan di sisi hulu. Strategi penanganan ini terdiri dari tiga komponen yaitu deteksi, vaksinasi, dan perubahan perilaku.

“Kita harus lebih mempersiapkan di sisi hulunya, yaitu perubahan perilaku atau 3M, strategi deteksi yang baik atau 3T yang selama ini kita kenal, dan strategi vaksinasi,” ujar Menkes dalam keterangan pers mengenai perkembangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terkini, Senin (30/08/2021) malam, secara virtual.

Terkait strategi perubahan perilaku, Budi memaparkan bahwa pemerintah memanfaatkan teknologi digital melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi dalam implementasi protokol kesehatan. Aplikasi ini memiliki tiga fungsi yaitu untuk screening, tracing, dan kontrol protokol kesehatan.

Menkes mengungkapkan, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dengan dukungan teknologi di enam aktivitas utama masyarakat.

Keenam sektor tersebut adalah, pertama perdagangan baik di pasar/toko modern maupun tradisional. Kedua, transportasi baik darat, laut, dan udara. Ketiga, pariwisata termasuk hotel, restoran, dan event/pertunjukan.

Kemudian aktivitas bekerja di kantor atau pabrik baik sektor pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, usaha mikro kecil dan menengah/industri rumah tangga. Kelima, aktivitas pendidikan seperti di SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Terakhir, aktivitas keagamaan seperti di masjid, gereja, vihara, dan pura.

Selanjutnya untuk strategi deteksi melalui 3T, diperlukan peningkatan tes epidemiologi, peningkatan rasio pelacakan kontak erat, serta surveilans genomik di daerah-daerah berpotensi lonjakan kasus. Menkes menegaskan bahwa daerah yang masing memiliki tingkat positivity rate tinggi harus meningkatkan upaya pengetesan dan pelacakan.

“Di beberapa provinsi itu masih tinggi positivity rate-nya, mereka harus terus meningkatkan testing dan tracing-nya supaya kalau ketemu cepat dimasukin di isolasi terpusat,” ujarnya.

Terakhir, terkait dengan strategi vaksinasi, pemerintah terus mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Menkes mengungkapan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 100 juta dosis vaksinasi hingga akhir Agustus ini.

“Bapak Presiden minta kalau bisa, bisa 100 juta (dosis) sampai bulan Agustus ini dan kalau bisa rata-ratanya bisa ditingkatkan ke 2,3 juta (dosis harian),” tandasnya. (RF/UN)

The post Menkes Beberkan Tiga Strategi Jangka Panjang Penanganan COVID-19 appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Tags: Kabinet Indonesia Maju
Cloud Hosting Indonesia

Berita Lainnya

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

by dewauang
2 September 2025
0

  Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun--Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun Periode 2024-2027 mengecam tindakan beberapa pemuda...

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

by Redaksi
21 April 2025
0

mitrabhayangkarinobes.com, | Lubuk Pakam, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Ikuti zoom pembukaan...

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

by Redaksi
4 April 2025
0

mitrabhayangkarainobes.com, | Lubuk Pakam, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kanwil Sumatera Utara...

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian. 

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian. 

by Redaksi
19 Januari 2025
0

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian.   Mitra bhayangkara inobes.com...

TRENDING NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

TENTANG

mitrabhayangkarainobes.com | merupakan media yang mengutamakan publikasi suara rakyat serta menyajikan berita yang berimbang, kritis dan mendidik

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Recent Posts

  • Kontraktor Rabat Beton Hiraukan UU KIP Demi Dugaan Raup Untung Besar, Kini Alami Keretakan Dini. 
  • Start 2026 Tanpa Narkoba, Lapas Tebing Tinggi Laksanakan Tes Urine.

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com