Mitra Bhayangkari Inobes.com – Simalungun:
Keberadaan Cafe 80 yang berada di Nagori Muara Mulia Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, belakangan menjadi keresahan warga sekitar, mana kala sering nya warga melihat hilir mudik pasangan remaja dan juga orang dewasa yang sudah dalam keadaan dipengaruhi minuman keras (Mabuk-Red).
Berdasarkan penelusuran MBI ,Rabu (14/08/24) di Kecamatan Tanah Jawa, keberadaan Cafe 80 yang hingga saat ini masih bebas beroperasi diduga tak hanya memperjualkan minuman keras beralkohol, namun keberadaan tempat tersebut juga diduga keras menjadi ajang (Lapak) prostitusi bagi setiap pengunjung yang ingin melampiaskan hasrat nya.
Hal tersebut semakin memperkuat informasi, mana kala terpantau sebuah bangunan dengan halaman yang luas tidak seperti rumah yang biasanya di huni satu keluarga, dan ternyata di lokasi tersebut itu tempat berkumpulnya kaum adam dan hawa melakukan acara berpesta miras.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun MBI disekitar lokasi, diketahui jika keberadaan Cafe 80 yang sudah berjalan selama beberapa tahun ini, tak hanya menimbulkan keresahan bagi warga sekitar, namun juga mengganggu kondisi keamanan setempat.
“Banyak perempuan2 penghibur di tempat itu disediakan pak, kami saja resah akan keberadaan tempat itu” ungkap seorang warga yang tidak ingin identitasnya disebutkan.
“Belum lagi kalau malam pak, kuat2 kali dipasang orang itu musik disko nya, sampai2 kami warga pun terganggu tidurnya” ungkap nya.
“Pernah kemarin itu kami dengar lagi ada orang berantam dicafe itu, ternyata setelah kami dengar2 kabar karena sudah mabuk pengunjung nya, dan berkelahi karena memperebutkan salah seorang wanita penghibur disitu” tambahnya memberikan keterangan.
Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra ketika dikonfirmasi MBI ,Juma (16/08/24) tterkait keberadaan cafe 80 yang sampai sekarang telah menjadi sorotan warga sekitar langsung memberi jawaban.
Terimakasih informasinya bang,” Terang Kapolsek Tanah Jawa. Dalam hal ini MBI berharap agar kepolisian sektor Tanah Jawa segera menindaklanjuti keluhan warga yang di sampaikan ke MBI. ( R.S)







