Mitra Bhayangkara inobes.com–Simalungun:
Pemberitaan dihari yang lewat terkait ironisnya pengadukan material yang diduga tidak sesuai
dengan spesifikasi,yang seharusnya komposisi sesuai aturan dengan perbandingan bahan material ,1 : 2 : 3, bahan semen 1, bahan pasir 2, bahan kerikil 3. Lalu dicampur dengan air sebanyak 0,5 porsi.
namun temuan awak media di lokasi pengerjaan Rabat Beton di Huta II Andarasi Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun diduga tidak normal porsi pengadukan semen dengan material.Pasalnya, material batu kerikil dan pasir di sekop langsung ke dalam mesin pengadukan molen.
Sesuai informasi warga setempat ke awak media yang tidak mau dipublikasikan namanya,”Pak, lihatlah pembangunan rabat beton di huta II Andarasi itu.sepertinya pengadukan material dan semen agak lain Pak?? Masa di sekop langsung ke molen??? Apa biar banyak untung nya!!!apa nggak dipikirkan ketahanan bangunan??” Ungkap narasumber ke awak media. dengan pagu di plank senilai biaya fisik Rp 207.741.900 dengan volume 194×3,5×0,15m.
Awak media konfirmasi via pesan whatsapp ZULHARIAMAN Purba selaku Korcam(Kordinator Kecamatan)PDTI(Pendamping Desa Teknik Infrastruktur) terkait Pengadukan material yang tidak berukuran yang asal disekop, dan mengirimkan Video perihal pengadukan namun belum memberikan tanggapan hingga berita di turunkan kemeja Redaksi. (Team)







