Mitra bhayangkara inobes.com — Simalungun:
Pemberitaan sebelumnya dari media Mitra bhayangkara inobes.com terkait tanaman kelapa sawit yang di telantarkan di Afdl 4 Kebun Marihat, tim media belum mendapatkan hasil tanggapan dari pihak manajemen PTPN IV Regional II Kebun Marihat. Baik itu dari asisten, asisten kelapa bahkan manager kebun Marihat.

Hal tersebut terkait tanaman kelapa sawit yang di telantarkan sampai masanya berproduksi (tahun tanam 2021) , ratusan tanaman kelapa sawit yang di apit gulma peganggu seperti pohon bambu , pohon pisang hutan dan kayu-kayuan serta tanaman mocuna yang telah menjalar ke tanaman kelapa sawit, dan berdampak tanaman kelapa sawit yang berbuah pun mengalami kebusukan.
Dampak dari menelantarkan ratusan tanaman kelapa sawit tersebut telah mengakibatkan hasil produksi tidak sesuai yang di harapkan perusahaan PTPN IV Regional II, dan perusahaan mengalami kerugian dengan masa panjang karena anggaran biaya perawatan pastinya tetap di gelontorkan.
Oleh sebab itu perusahaan bisa mengalami kerugian akibat kinerja manajemen yang buruk. Kinerja manajemen yang tidak efektif yang menyebabkan berbagai masalah, seperti penurunan pendapatan, peningkatan biaya, dan bahkan kebangkrutan.
Terpisah, menurut salah satu pemerhati kebun BUMN bapak Rikardo Gultom mengatakan bahwa, dugaan dana anggaran telah di korupsi oleh pihak manajemen di lapangan dari itu pihak Direksi PTPN IV pusat seharusnya segera bertindak.
“Bisa jadi jika ada praktik korupsi atau penipuan dalam manajemen di lapangan,tentu perusahaan dapat mengalami kerugian finansial yang signifikan. Selain itu, manajemen yang buruk juga dapat menyebabkan masalah reputasi, yang pada akhirnya dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang” Ujar beliau ke tim media, Senin (23/06/25).
Di harap agar kerugian perusahaan PTPN IV pusat yang di bawah naungan BUMN tersebut segera mengevaluasi manajemen kebun Marihat tersebut yang telah merugikan keuangan negara,” Tegas beliau kembali.
Sementara pihak manajemen PTPN IV Kebun Marihat, seperti Manager Andi Sahatma Purba (blokir nomor tim media), asisten kepala Benny Agusnata dan asisten afdeling Muklis masih tetap bungkam saat di konfirmasi pihak media Mitra bhayangkara inobes.com terkait tanaman kelapa sawit yang diduga telah di telantarkan tersebut. (Tim)












