Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun:Tepat dihari Senin (28 Juli 2025) lalu di ketahui bahwa pihak manajemen PTPN IV Regional II unit Tonduhan diduga tidak sukses dalam melaksanakan arahan dari Holding Perkebunan PalmCo untuk melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mengundang warga dari Desa/Nagori Tonduhan dan Nagori Parhundalian Jawa Dipar, kecamatan Hatonduhan kab. Simalungun, Rabu (30/06/2025).
Ketidak suksesnya pihak manajemen unit Tonduhan tersebut diduga karena tidak di dukung oleh warga sekitar (bukan karyawan PTPN IV Tonduhan) dari desa/nagori Tonduhan dan Parhundalian Jawa Dipar, padahal kedua desa tersebut sebagai sasaran utama mereka untuk penyaluran program GPM ,dan itu berupa gerakan pangan murah dengan menjual beras Bulog.
Seperti pengakuan langsung dari warga Desa/Nagori Parhundalian Jawa Dipar dusun II Proyek ke tim media, mereka membantah ikut serta dalam acara kegiatan GPM di halaman afdl II Tonduhan tersebut, justru warga dusun II tidak bersedia di libatkan dalam acara tersebut.
“Benar undangan telah di sampaikan namun karena di nilai harga beras Bulog itu mahal, maka warga tidak menghadiri undangan tersebut bang, kami pun kompak tidak hadir. Namun jika ada pun yang hadir mungkin itu dari dusun I Pondok ajanya, wajar mereka hadir karena di situ merupakan pemukiman karyawan PTPN IV Tonduhan yang tinggal tepat di afdl I pondok Tonduhan bang,” Ujar salah satu warga yang sedang berada di warung dusun II Proyek.
Sementara pengakuan dari warga lainya di tempat yang sama mengatakan bahwa, warga Sorba Nagori Tonduhan mungkin tidak ada yang hadir,kecuali warga Tonduhan yang bertempat tinggal di Pondok Afdl II, mungkin karena harga beras SPHP Bulog yang di sediakan itu pun termasuk mahal.
Mungkin warga Tonduhan juga tidak ada yang datang kecuali warga yang merupakan karyawan yang berdomisili di Pondok Afdl II itu Pak, katanya mereka menjual dengan harga Rp 12.500.00/ kilogram, itupun dengan syarat membawa Kartu Keluarga(KK) dan KTP Pak, jadi dari mana yang katanya sukses itu, kalau yang menghadiri cuma karyawan PTPN IV unit Tonduhan itu sendiri Pak,” Tutup nya ke tim media.
Keterangan warga tersebut di kuatkan dengan konfirmasi tim media ke ibu Gamot/kepala dusun 1 Pondok melalui pesan whatsapp, Rabu(30/07/25) bahwa warganya di dusun 1 Pondok desa Parhundalian Jawa Dipar merupakan karyawan PTPN IV unit Tonduhan itu sendiri.
“Iya benar Pak, warga saya di dusun 1 Pondok merupakan karyawan PTPN IV unit Tonduhan itu sendiri,” Ujar ibu Gamot ke tim media.
Dengan tujuan agar pemberitaan berimbang,secara terpisah tim media mencoba mengirimkan pesan whatsapp langsung ke manager Andy S Limbong dan asisten kepala Andi Purba tidak terkirim dan ceklis satu, tertanda nomor whatsapp tim media telah di blokir pimpinan PTPN IV unit Tonduhan. (Tim)







