Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun–Terkait perawatan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) di PTPN IV Tonduhan yang sebelumnya di wartakan media online,diduga dikerjakan tidak sesuai Standard Operating Procedure (SOP), dan temuan tersebut tepat di lokasi afdl II Tonduhan, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pada saat sebelumnya Rabu (23/07/25), Andi Purba selaku asisten kepala berjanji akan menyelesaikan dalam waktu dua hari ,saat itu beliau mengatakan ke tim media,”Kemaren sudah saya kantrol itu dan paling lambat 2 hari lagi sudah masuk Rotasinya,Kayuan daerah pinggir jurangan tidak boleh sembarangan menumbang pak karena kita ada undang Undang dari RSPO.

Namun saat tim media kembali ke lokasi ,Sabtu (26/07/25) masih banyak tanaman kelapa sawit TBM yang piringannya tidak di garuk dan pohon perdu yang subur menaungi tanaman kelapa sawit TBM di bawahnya ,padahal pohon gulma tersebut hidup dengan menopang di salah satu pohon kelapa sawit yang telah mati.

Bahkan disaat tim media menelusuri ke areal bagian dalam dan masih di wilayah afdl II telah menemukan banyak tanaman kelapa sawit yang abnormal dan terserang penyakit Tajuk dengan ciri-ciri pertumbuhan tanaman kelapa sawit tersebut, pelepahnya dan anak daunnya bengkok, melintir, dan rapuh.
Dan selanjutnya tim media mencoba kembali meminta tanggapan ke Manager Andy S Limbong dan Aska Andi Purba , namun pesan whatsapp tidak tersampaikan dan ceklis satu dan pertanda nomor whatsapp tim media telah di blokirnya.
Untuk itu saat tim media menemui bapak Pahala Sihombing SE, selaku ketua LSM LP4, beliau menilai bahwa para pimpinan PTPN IV Tonduhan sudah tidak berkompeten bekerja di perusahaan perkebunan tersebut, karena sudah lalai dalam pelaksanaan tanggungjawab dan tugas-tugas pokoknya.
“Padahal yang kita pahami, tugas pokok karyawan pimpinan di PTPN IV itu mencakup berbagai aspek manajemen dan operasional perusahaan, terutama terkait pengelolaan kebun, dan sumber daya manusia. bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kegiatan di unit kerja masing-masing,”jelas bapak Pahala Sihombing SE ke tim media.
Demi untuk tujuan kemajuan dan keberlangsungan perusahaan perkebunan PTPN IV khususnya untuk unit Tonduhan, kita meminta agar kinerja para manajemennya di evaluasi. Karena jika benar keadaan tanaman kelapa sawit di perkebunan tersebut tidak terawat dengan baik dan melanggar SOP yang ada,maka akan berdampak terhadap kerugian keuangan negara. (Tim)







