Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun:
Aliansi masyarakat Tangga Batu bersatu, Senin (22/09/25), menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Pemerintahan Nagori (Desa) Tangga Batu.
Diketahui, aksi unjuk rasa yang dihadiri puluhan masyarakat Tangga Batu dari berbagai dusun tersebut, didasari atas kejenuhan dan protes masyarakat atas dugaan kegiatan ilegal yang dilakukan PT. Karya Abadi Sama Sejati (KASS), yang dituding telah melakukan perambahan/perampasan lahan hutan tanpa dilengkapi keabsahan dokumen HGU, serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit.
Ironis nya, selain diduga merugikan negara hingga ratusan millyar rupiah melalui alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, PT. KASS juga diduga kuat telah memperjual belikan lahan milik negara tersebut, yang mana kuat dugaan dilakukan oleh oknum karyawan tanpa diketahui pemerintah desa.
Lebih lanjut, berdasarkan pantauan tim media dilokasi unjuk rasa, adapun yang menjadi tuntutan aksi damai tersebut didasari pokok permasalahan :
1. PT. KASS diduga tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU) alias bodong non HGU
2. Luas lahan yang dikelola PT. KASS tidak sesuai dengan luas lahan yang tertera di Surat Keterangan Tanah Tahun 1987, yang dimiliki oleh perusahaan.
3. Lahan PT. KASS yang digunakan saat ini diduga merupakan lahan penghijauan dengan luas 100 ha sesuai dengan peninjauan Kantor Agraria P. Siantar.
4. PT. KASS dituding tidak pernah melakukan kontribusi terhadap Desa Tangga Batu, terlebih melalui penyaluran bantuan CSR.
5. Dugaan transaksi jual beli lahan pinggiran kebun PT. KASS yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan (lahan non – HGU) tanpa diketahui pemerintah desa.
Selanjutnya, lepas Aksi damai yang berlangsung selama ± 1 jam yang dipimpin oleh Fransiscus Simanjuntak selaku Ketua Orator, para peserta menyerahkan butiran tuntutan aksi yang tersurat didalam beberapa lembar kertas, serta mendesak Kepala Desa Tangga Batu Hendro Silalahi agar segera menyurati serta menindak lanjuti perihal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun, guna menjaga kelangsungan lingkungan hidup, Kontribusi perekonomian petani, terkhusus menyelamatkan aset negara dari oknum2 yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum tersebut.
*Teguran Keras Bagi Pemkab Simalungun Sekaligus Polri :*
Ramai nya rangkaian kasus perambahan lahan hutan yang terjadi di Kabupaten Simalungun selama ini, yang diduga dilakukan oleh para pemangku kekuasaan yang berkonspirasi bersama para pengusaha dengan berkedok lahan perkebunan, kiranya menjadi teguran keras bagi Pemkab Simalungun, terkhusus Kepolisian Resort Simalungun selaku penegak hukum, agar segera responsif demi tegak nya hukum di Kabupaten Simalungun.
Sementara pangulu Tangga Batu Hendro Silalahi menyambut baik warganya di halaman kantor Kepala Desa dan berjanji untuk segera membantu menyampaikan keluhan warga ke pihak Pemkab Simalungun dan akan menyurati pihak-pihak terkait.
Dalam hal ini besok akan saya sampaikan ke pihak Pemerintah Kabupaten Simalungun dan menyurati pihak-pihak yang terkait, karena ini menyangkut keluhan warga saya, dan saya siap membantu dan itu demi kepentingan dan kemajuan warga nagori Tangga Batu,” Ujarnya. (Red/L.T)







