Mitra Bhayangkara Inobes.com/Simalungun: Dugaan Pihak keamanan bersama karyawan PTPN IV Bah Jambi aniaya seorang pelaku pencurian kelapa sawit hingga meninggal dunia, Bona Mahardika (korban) meninggal dunia setelah tertangkap mencuri kelapa sawit oleh pihak keamanan kebun Bah Jambi dan korban merupakan warga Dusun 1 Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat,Kec.Jawa Maraja Bah Jambi, Kab. Simalungun, Senin (22/09/25).
Menurut pengakuan J. Sinaga yang merupakan warga Kampung Korem ke tim media menerangkan bahwa kejadian tersebut diketahui setelah korban tertangkap mengambil buah kelapa sawit milik PTPN IV Bah Jambi, tepatnya di Afdl 2 blok 63 pada Senin dini hari pukul 02.00 wib dan di kabarkan pagi harinya sudah meninggal dunia.
“Awalnya korban melakukan pencurian tersebut bersama dua temannya, namun kedua temannya berhasil melarikan diri, dan hanya korban yang tertangkap oleh pihak keamanan kebun bersama karyawan PTPN IV Bah Jambi, Kabarnya lagi , korban tertangkap di karenakan terjatuh dan tak sadarkan diri, lalu pihak keamanan kebun bersama karyawan Afdl 2 (Roni, Ngatiren dan Septa) menangkap korban lalu memborgol kedua tangannya dan langsung memboyong korban ke kantor koordinator keamanan (Korkam) dengan menggunakan mobil doble kabin bang,” Ucap J Sinaga.
Dan ironisnya, kalau lah sudah tau korban dalam keadaan pingsan, kenapa harus di borgol dan di tahan di kantor korkam, apa korkam dan anggota keamanan lainya tidak prihatin melihat keadaannya kan bang, gimana pula bila itu terjadi pada keluarga mereka, pastinya mereka gak terima bang,” Sebutnya kembali ke tim media.
Sementara menurut keterangan Pangulu Mekar Bahalat bapak P Manik ketika di hubungi lewat telepon seluler, mengatakan bahwa korban meninggal dunia di duga di aniaya terlebih dahulu, karena di dapatkan luka memar di bagian rahang korban dan biram di bagian kedua lengan korban.
“Kejadian yang saya dengar , awalnya korban tertangkap pada hari senin dini hari pukul 02.00 wib, baru berselang beberapa jam, pihak kebun mengabari keluarga korban lewat Gamot dusun 1 yang kabarnya di hubungi pihak kebun Bah Jambi, Kira-kira pukul 04,30 Wib. Yang bertujuan agar pihak keluarga menjenguk korban di kantor korkam, selanjutnya pihak keluarga datang dan membawa korban ke RS Tiara Siantar dan korban di nyatakan telah meninggal dunia,” Ucap Pangulu.
Dan sepertinya, korban meninggal tidak wajar karena di dapati luka memar pada rahang dan kedua pergelangan tangannya tampak biram itu Lae, harapan saya agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas permasalahan ini secara transparan,” Ujarnya kembali ke tim media.
Terpisah saat tim media meminta keterangan dari pihak koordinator keamanan kebun PTPN IV Bah Jambi (Pak Zulham) melalui pesan whatsapp,Selasa (23/09/25) beliau tidak menjawab, selanjutnya tim media mencoba menggali keterangan dari pihak SDM unit Bah Jambi bapak Vincent dan melalui telepon selulernya mengatakan akan memberikan keterangan ke tim media setelah selesai memberikan keterangan pihak Polsek.
” Nanti saya jelaskan ya bang, ini masih di Polsek memberikan keterangan,” Ujar Pak Vincent singkat.
Namun hingga berita ini di kirim ke Redaksi Mitra bhayangkara inobes.com , bapak Vincent dan Korkam unit Bah Jambi tidak menjawab, begitu juga dengan bapak Reza selaku Manager Unit Bah Jambi PTPN IV Bah Jambi.(Tim)







