Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun:Pengerjaan infrastruktur jalan rabat beton yang berlokasi di jalan pertanian warga dusun Saribulaksa, Nagori Tangga Batu, kec. Hatonduhan kini menuai polemik, para pekerja mengaku belum terima gaji sampai sekarang, Kamis (08/01/2025).
Selain pekerja belum terima gaji, di ketahui proyek rabat beton yang berada di jalan menuju lahan pertanian warga tersebut tidak di ketahui dari mana asal muasalnya, sebab pihak kontraktor tidak memasang plang proyek di lokasi pengerjaan dan menurut dugaan proyek rabat beton tersebut bersumber dari dana APBD Kabupaten Simalungun.
Terkait dugaan tidak terpasangnya plang proyek dari laporan warga, dan hasil penelusuran langsung tim media ke lokasi proyek , Senin (29/12/25). Dan dilokasi, selain di duga tidak memasang plang proyek tim media juga mendapati para pekerja tidak di lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga abaikan konstruksi sesuai standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Mulai dari awal pengerjaan proyek rabat beton itu gak ada nampak kalau pasang plang proyek Lae, terlebih para pekerjanya juga tidak di lengkapi dengan APD, padahal itu penting demi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerja proyek di lapangan kan Lae,” Ujar warga bermarga Siadari.
Mirisnya lagi, saat tim media menemui Pak Tulus yang merupakan eks pekerja proyek rabat beton tersebut, hingga pekerjaan selesai beliau mengaku belum terima upah sepersen pun dari pihak mandor atau pihak kontraktor, padahal beliau mengaku lagi butuh uang demi biayain anaknya berobat.
“Bingung bang, sampai sekarang belum ada kami di gaji. Padahal lagi butuh uang untuk biaya perobatan anak saya, katanya mandor lapangan, masih di gantung gaji kami, tapi kenapa upah tak kunjung di bayar. Seandainya masih kurang uang dari kontraktor, seharusnya sudah ada kami terima gaji walaupun gak penuh dari mandor atau pemborongnya ,” Ujar Pak Tulus ke tim media, Kamis (08/01/26).
Begitu juga pengakuan Fery (teman Pak Tulus), beliau juga mengaku bahwa gajinya sampai sekarang belum di bayar sampai sekarang, begitu juga dengan teman kerjanya yang lain. Beliau berharap agar pihak mandor dan kontraktor segera membayar hasil kerjanya selama enam (6) hari kerja.
Saat itu kami semua berjumlah hampir 20 orang yang ikut bekerja di proyek itu , dan masa kerja ada yang 5 hari dan 6 hari, tapi hingga sekarang belum ada kami terima gaji dari pihak pengelola proyek rabat beton itu, dan sampai sekarang belum ada kejelasannya,” Ucap beliau ke tim media.
Sampai temuan ini di kirimkan ke Redaksi, pihak tim media Mitra Bhayangkara Inobes.com belum berhasil menemui dan berkomunikasi dengan pihak pengelola proyek rabat beton tersebut, dan para pekerja berharap agar pihak yang bertanggung jawab segera membayarkan gaji mereka. (R.Sirait)








