Mitra Bhayangkara Inobes.Com/Simalungun:Pengalokasian dana APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 Simalungun kini menuai sorotan publik, Seperti pembangunan jalan pertanian rabat beton tanpa plang proyek di Dusun Saribulaksa, Nagori Tangga Batu, kecamatan Hatonduhan, kab Simalungun yang kini alami keretakan di beberapa titik.
Hal tersebut di ketahui dari hasil penelusuran tim media di lapangan sebelumnya, bahwa selain tidak memasang plang proyek pembangunan jalan pertanian rabat beton di lokasi, pihak kontraktor juga abaikan hak pekerja, dengan tidak di bekalinya Alat Pelindung Diri (APD) bagi setiap pekerjanya.
Dan saat tim media kembali melakukan penelusuran bersama salah satu warga (M.Siadari),Jumat (09/01/26) Keadaan rabat beton yang kabarnya baru selesai dikerjakan terlihat sudah alami keretakan dini, Sepertinya tujuan tidak di pasangnya plang proyek rabat beton tersebut diduga agar pihak kontraktor bisa leluasa memanipulasi volume yang telah di sepakati pihak kontraktor dengan pihak penyedia proyek (pemerintah).
Menurut M. Siadari, proyek rabat beton yang tidak berkualitas dan alami keretakan dini sudah menyalahi aturan dan diduga demi meraup untung besar bagi kontraktor, dalam hal ini pemerintahan (Dinas terkait) di anggap hanya hambur hamburkan dana APBD yang notabenenya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) berupa pajak daerah, retribusi, hasil kekayaan daerah.
“Seharusnya dana APBD dimanfaatkan dan di awasi pengelolaannya sebaik mungkin dan tidak dijadikan ajang korupsi atau penyelewengan dalam membangun berbagai infrastruktur, Dan hal tersebut sepertinya pelanggaran serius terhadap perjanjian yang telah disepakati antara pelaksana proyek ( pihak kontraktor) dan pemilik proyek yakni pemerintah,” Ujarnya saat dilokasi bersama tim media.
“Kan sudah kita cek tadi langsung di lokasi proyek, ada beberapa titik yang alami keretakan dini Lae, gimana bisa bertahan lama jalan rabat beton yang baru di kerjakan kalau begini keadaannya, begitu juga volume ketebalannya, ada yang hanya 15 cm, ada yang 21cm, bervariasi semuanya, apa memang begitunya acuan aturan kerjanya,” Ujarnya kembali.
Setelahnya, beliau menduga ada volume yang tidak sesuai, selain mengalami keretakan dini di beberapa titik dan ketebalan rabat beton yang bervariasi, beliau menyoal terkait panjang totalnya rabat beton tersebut, menurutnya panjang rabat beton masih kurang sesuai karena mal ujung papan tidak sepenuhnya di cor para pekerja proyek.
Saya menduga, panjang keseluruhan proyek jalan rabat beton ini masih kurang Lae, karena dari titik nol cetakan mal pengecoran masih kurang kira-kira 3 meteran ini, dan info yang kita dapat dari salah satu pekerjanya, pada tanggal (31/12/25) pekerjanya pesan 40 sak semen namun yang di kirim hanya 35 sak semen itu,” Ujar Lae Siadari.
Terpisah saat tim media meminta tanggapan terkait keadaan bangunan jalan rabat beton yang alami keretakan dini melalui pesan whatsapp ,Jumat (09/01/26) ke Dapotan Silalahi (diduga pihak kontraktor) , beliau mengaku akan memperbaiki dengan alasan lagi masa pemeliharaan.
“Akan di perbaiki kan masi dalam pemeliharaan,” Ujarnya singkat.
Namun selanjutnya tim media meminta agar perbaikan jalan pertanian rabat beton tersebut jangan hanya di tambal tambal, beliau tidak menanggapi.
Sementara saat tim media meminta tanggapan lewat pesan whatsapp, Sabtu (10/01/26) ke PPK bagian Pertanian bapak Carlos Fransiskus Siboro , Namun beliau enggan menanggapi dan bungkam (R.S)








