Mitra bhayangkara inobes.com//Simalungun – Isu dugaan penggerebekan jaringan narkoba di Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, pada malam Jumat (03/0326) kini memicu kemarahan dan kecurigaan publik. Pasalnya, target utama yang disebut-sebut bagian dari kelompok “Heri cs”, yakni Lolok, justru diduga berhasil kabur sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
Peristiwa ini langsung memunculkan satu pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah operasi tersebut telah bocor terlebih dahulu?
Warga menilai kejadian ini bukan sekadar kebetulan. Dugaan adanya kebocoran informasi semakin menguat karena pelaku yang menjadi target utama justru tidak berhasil diamankan. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa penindakan yang dilakukan tidak berjalan maksimal, bahkan terkesan “kecolongan”.
“Kalau benar ada penggerebekan tapi pelaku utama sudah kabur duluan, ini bukan lagi soal gagal, tapi patut diduga ada yang tidak beres,” ujar seorang warga dengan nada geram.
“Dan sampai sekarang pun aktor utama ” Heri ” masih di kampung korem sini bang, yang kabur cuma adeknya si Lolok, gak tau kemana dia pergi nya,” Ujarnya kembali.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya diam, tetapi segera memberikan penjelasan terbuka. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik yang mulai goyah akibat kejadian ini.
Lebih jauh, warga juga meminta adanya evaluasi internal secara serius. Jika benar terjadi kebocoran informasi operasi, maka hal tersebut merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi. Aparat diminta berani mengusut hingga ke dalam, termasuk kemungkinan adanya oknum yang bermain.
“Jangan sampai masyarakat menilai ada ‘orang dalam’. Ini harus dibuktikan dengan tindakan, bukan sekadar klarifikasi,” tegas warga lainnya.
Isu ini juga mempertegas kekhawatiran masyarakat bahwa peredaran narkoba di wilayah tersebut masih berlangsung dan diduga memiliki jaringan yang cukup kuat. Jika tidak ditangani secara tegas dan transparan, kondisi ini berpotensi semakin merusak generasi muda dan keamanan lingkungan.
Publik kini menunggu langkah konkret aparat: apakah akan melakukan pengejaran serius terhadap pelaku yang kabur, atau justru membiarkan isu ini berlalu tanpa kejelasan?
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran maupun hasil dari dugaan penggerebekan tersebut. Diamnya aparat justru semakin memperkuat spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Masyarakat menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut penegakan hukum yang bersih, tegas, dan tanpa kompromi terhadap jaringan narkoba, siapapun yang terlibat di dalamnya.
Terpisah, tim media sampai saat ini belum berhasil mendapatkan tanggapan dari pihak pihak kepolisian Polsek Tanah Jawa, Kasat resnarkoba Polres Simalungun dan Polda Sumatera Utara, hingga kabar ini di kirimkan ke Redaksi. (Tim)







