Mitra bhayangkara inobes.com//Simalungun – Peredaran narkoba jenis sabu di Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, bukan lagi sekadar isu, melainkan sudah menjadi kenyataan yang meresahkan dan mencoreng penegakan hukum, Senin (06/04/2026).
Ramlan Sirait dari Satgas Bara Hati Indonesia melontarkan pernyataan keras: aparat tidak boleh hanya tampil seolah-olah bekerja, sementara jaringan narkoba diduga tetap bebas beroperasi di lapangan.
Nama Heri kembali mencuat dan disebut-sebut sebagai sosok yang diduga kuat menjadi bandar besar di wilayah tersebut. Namun hingga kini, yang bersangkutan belum tersentuh secara maksimal. Sementara itu, Tolok—adik kandung Heri—justru berhasil melarikan diri saat penggerebekan pada Jumat malam lalu (03/04/26) oleh Satreskoba Polres Simalungun.
Fakta kaburnya Tolok memicu kecurigaan serius. Satgas Bara Hati Indonesia menilai ada indikasi kuat yang tidak bisa diabaikan, termasuk kemungkinan adanya kebocoran informasi sebelum penggerebekan berlangsung.
“Kalau pola seperti ini terus terjadi, publik wajar bertanya: apakah ada dugaan praktik ‘setoran’ sehingga jaringan ini seolah kebal hukum?” tegas Ramlan ke tim media.
Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh institusi kepolisian, bukan dihindari. Menurutnya, kepercayaan masyarakat sedang dipertaruhkan.
“Jangan biarkan isu ini berkembang liar. Kalau memang tidak ada, buktikan! Lakukan penyelidikan internal, transparan, dan umumkan ke publik. Tapi kalau ada oknum yang bermain, harus ditindak tanpa ampun,” lanjutnya.
Satgas Bara Hati Indonesia juga mendesak Kapolres Simalungun untuk turun langsung mengevaluasi kinerja Satreskoba dan membuka kemungkinan keterlibatan pihak internal jika ditemukan kejanggalan.
“Ini bukan hanya soal narkoba, tapi soal integritas institusi. Kalau bandar besar terus lolos dan yang kabur tidak tertangkap, maka wajar publik mencium ada sesuatu yang tidak beres,” tambah Ramlan dengan nada tajam.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar operasi yang berakhir tanpa hasil. Jika dugaan-dugaan ini tidak segera dijawab dengan tindakan tegas, gelombang ketidakpercayaan terhadap aparat penegak hukum dikhawatirkan akan semakin meluas.(Tim)







