Mitra bhayangkara inobes.com//Simalungun — Satuan Tugas (Satgas) Bara Hati Indonesia kembali melontarkan kritik keras terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Simalungun yang dinilai tidak maksimal dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya, Rabu (08/04/26).
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh perwakilan Satgas Bara Hati Indonesia, Ramlan Sirait, yang secara terbuka menyoroti kepemimpinan Kasat Narkoba AKP Charles Nababan.
“Secara jujur kami katakan, kinerja Satreskoba Polres Simalungun di bawah Kasat AKP Charles Nababan sangat tidak maksimal. Fakta di lapangan berbicara, target utama seperti Tolok bisa kabur saat penggerebekan dilakukan. Ini jelas kegagalan serius,” tegas Ramlan Sirait.
Ramlan juga mengungkapkan bahwa bukan hanya Tolok yang berhasil meloloskan diri, tetapi beberapa nama lain yang sebelumnya masuk dalam target operasi juga hingga kini dinyatakan kabur.
“Ini bukan kejadian biasa. Ini menunjukkan adanya kelemahan yang sangat fatal, baik dari sisi perencanaan maupun eksekusi. Bagaimana mungkin operasi yang seharusnya rahasia justru berujung bocor dan para target lebih dulu menghilang?” lanjutnya dengan nada keras.
Menurut Satgas Bara Hati Indonesia, kejadian ini telah mencederai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Simalungun.
“Kami mendesak Kapolres Simalungun untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kinerja Satreskoba. Jika perlu, lakukan pemeriksaan internal. Jangan sampai muncul dugaan adanya permainan atau pembiaran terhadap jaringan narkoba,” ujar Ramlan Sirait.
Satgas Bara Hati Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari aparat kepolisian.
“Jangan biarkan Simalungun menjadi ladang empuk bagi para bandar narkoba. Aparat harus tegas dan serius. Kalau terus seperti ini, masyarakat akan kehilangan kepercayaan,” pungkas Ramlan.
Hingga rilis ini diterbitkan, Kasat Narkoba Polres Simalungun belum memberikan klarifikasi resmi terkait kritik dan tudingan yang disampaikan Satgas Bara Hati Indonesia, Walaupun pesan singkat whatsapp tampak ceklis dua, Rabu (08/04/26). (Tim)







