mitrabhayangkarainobes.com
ADVERTISEMENT
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
mitrabhayangkarainobes.com
No Result
View All Result

Wamenkes Dorong Pemda Lakukan Terobosan untuk Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan

by Redaksi
12 September 2021
in Uncategorized
0
137
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan berusia lanjut. (Foto: Humas Kemenkes)

Pemerintah terus mengintensifkan program vaksinasi nasional dengan target 208 juta penduduk untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Terkait hal tersebut, pemerintah juga meminta daerah untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan pers menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-56 dan 57.

“Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat usia lanjut dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau masyarakat rentan,” ujar Dante.

Wamenkes mengungkapkan, jumlah penduduk lansia yang sudah divaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain.

Dante juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak tertinggal dalam program vaksinasi nasional. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian akibat COVID-19 menurun.

“Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi. Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan India bahkan Singapura saat ini kembali mengalami lonjakan kasus karena pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung, imbuh Dante, bertujuan agar Indonesia tidak kembali mengalami lonjakan kasus.

“Kita  harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Insyaallah dengan ikhtiar bersama dari segenap pihak kita dapat melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO perkembangan jumlah kasus COVID-19 secara global telah melewati 223 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 4,6 juta kasus.

“Jumlah kasus baru relatif stabil dalam satu bulan terakhir. Tren penurunan terjadi di tiga kawasan WHO di dalam satu minggu terakhir, yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur, sebaliknya tren kenaikan terjadi di kawasan Amerika,” ungkap Retno.

Menlu pun bersyukur karena Indonesia termasuk salah satu negara yang terus mengalami tren penurunan.

“Di dalam beberapa hari terakhir, positivity rate nasional berhasil turun di bawah angka lima persen yang merupakan ambang batas WHO. Pada saat bulan Juli yang lalu, saat kita mengalami kasus yang sangat banyak sekali, positivity rate nasional kita melampaui 31 persen,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Menlu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengungkapkan bahwa pada beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, terjadi terputusnya hubungan atau decoupling antara kenaikan kasus dengan tingkat kematian akibat COVID-19.

“Artinya, meskipun terjadi lonjakan kasus namun tidak diikuti dengan kenaikan rawat inap dan juga kematian. Ini membuktikan bahwa vaksin bekerja, vaccine works,” ujarnya.

Oleh karena itu, Retno kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung program vaksinasi nasional yang digulirkan pemerintah. Mesin diplomasi Indonesia, tegasnya, juga akan terus bergerak dengan kecepatan penuh untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan menyuarakan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

“Dukungan semua rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat diperlukan. Ayo vaksinasi dan kita jalankan protokol kesehatan,” pungkas Menlu. (FID/DND/UN)

The post Wamenkes Dorong Pemda Lakukan Terobosan untuk Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan berusia lanjut. (Foto: Humas Kemenkes)

Pemerintah terus mengintensifkan program vaksinasi nasional dengan target 208 juta penduduk untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Terkait hal tersebut, pemerintah juga meminta daerah untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan pers menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-56 dan 57.

“Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat usia lanjut dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau masyarakat rentan,” ujar Dante.

Wamenkes mengungkapkan, jumlah penduduk lansia yang sudah divaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain.

Dante juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak tertinggal dalam program vaksinasi nasional. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian akibat COVID-19 menurun.

“Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi. Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan India bahkan Singapura saat ini kembali mengalami lonjakan kasus karena pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung, imbuh Dante, bertujuan agar Indonesia tidak kembali mengalami lonjakan kasus.

“Kita  harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Insyaallah dengan ikhtiar bersama dari segenap pihak kita dapat melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO perkembangan jumlah kasus COVID-19 secara global telah melewati 223 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 4,6 juta kasus.

“Jumlah kasus baru relatif stabil dalam satu bulan terakhir. Tren penurunan terjadi di tiga kawasan WHO di dalam satu minggu terakhir, yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur, sebaliknya tren kenaikan terjadi di kawasan Amerika,” ungkap Retno.

Menlu pun bersyukur karena Indonesia termasuk salah satu negara yang terus mengalami tren penurunan.

“Di dalam beberapa hari terakhir, positivity rate nasional berhasil turun di bawah angka lima persen yang merupakan ambang batas WHO. Pada saat bulan Juli yang lalu, saat kita mengalami kasus yang sangat banyak sekali, positivity rate nasional kita melampaui 31 persen,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Menlu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengungkapkan bahwa pada beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, terjadi terputusnya hubungan atau decoupling antara kenaikan kasus dengan tingkat kematian akibat COVID-19.

“Artinya, meskipun terjadi lonjakan kasus namun tidak diikuti dengan kenaikan rawat inap dan juga kematian. Ini membuktikan bahwa vaksin bekerja, vaccine works,” ujarnya.

Oleh karena itu, Retno kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung program vaksinasi nasional yang digulirkan pemerintah. Mesin diplomasi Indonesia, tegasnya, juga akan terus bergerak dengan kecepatan penuh untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan menyuarakan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

“Dukungan semua rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat diperlukan. Ayo vaksinasi dan kita jalankan protokol kesehatan,” pungkas Menlu. (FID/DND/UN)

The post Wamenkes Dorong Pemda Lakukan Terobosan untuk Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Baca Juga

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

Vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan berusia lanjut. (Foto: Humas Kemenkes)

Pemerintah terus mengintensifkan program vaksinasi nasional dengan target 208 juta penduduk untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Terkait hal tersebut, pemerintah juga meminta daerah untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan pers menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-56 dan 57.

“Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat usia lanjut dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau masyarakat rentan,” ujar Dante.

Wamenkes mengungkapkan, jumlah penduduk lansia yang sudah divaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain.

Dante juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak tertinggal dalam program vaksinasi nasional. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian akibat COVID-19 menurun.

“Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi. Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan India bahkan Singapura saat ini kembali mengalami lonjakan kasus karena pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung, imbuh Dante, bertujuan agar Indonesia tidak kembali mengalami lonjakan kasus.

“Kita  harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Insyaallah dengan ikhtiar bersama dari segenap pihak kita dapat melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO perkembangan jumlah kasus COVID-19 secara global telah melewati 223 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 4,6 juta kasus.

“Jumlah kasus baru relatif stabil dalam satu bulan terakhir. Tren penurunan terjadi di tiga kawasan WHO di dalam satu minggu terakhir, yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur, sebaliknya tren kenaikan terjadi di kawasan Amerika,” ungkap Retno.

Menlu pun bersyukur karena Indonesia termasuk salah satu negara yang terus mengalami tren penurunan.

“Di dalam beberapa hari terakhir, positivity rate nasional berhasil turun di bawah angka lima persen yang merupakan ambang batas WHO. Pada saat bulan Juli yang lalu, saat kita mengalami kasus yang sangat banyak sekali, positivity rate nasional kita melampaui 31 persen,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Menlu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengungkapkan bahwa pada beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, terjadi terputusnya hubungan atau decoupling antara kenaikan kasus dengan tingkat kematian akibat COVID-19.

“Artinya, meskipun terjadi lonjakan kasus namun tidak diikuti dengan kenaikan rawat inap dan juga kematian. Ini membuktikan bahwa vaksin bekerja, vaccine works,” ujarnya.

Oleh karena itu, Retno kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung program vaksinasi nasional yang digulirkan pemerintah. Mesin diplomasi Indonesia, tegasnya, juga akan terus bergerak dengan kecepatan penuh untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan menyuarakan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

“Dukungan semua rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat diperlukan. Ayo vaksinasi dan kita jalankan protokol kesehatan,” pungkas Menlu. (FID/DND/UN)

The post Wamenkes Dorong Pemda Lakukan Terobosan untuk Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

Vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan berusia lanjut. (Foto: Humas Kemenkes)

Pemerintah terus mengintensifkan program vaksinasi nasional dengan target 208 juta penduduk untuk segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Terkait hal tersebut, pemerintah juga meminta daerah untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi masyarakat rentan, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat memberikan keterangan pers menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-56 dan 57.

“Kami juga mengimbau pemerintah daerah untuk mencari terobosan-terobosan baru agar mendorong percepatan vaksinasi bagi kelompok masyarakat usia lanjut dan masyarakat dengan penyakit penyerta atau masyarakat rentan,” ujar Dante.

Wamenkes mengungkapkan, jumlah penduduk lansia yang sudah divaksinasi masih jauh tertinggal dari kelompok masyarakat lain.

Dante juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar siapapun tidak tertinggal dalam program vaksinasi nasional. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun jumlah kasus aktif dan angka kematian akibat COVID-19 menurun.

“Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi. Negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan India bahkan Singapura saat ini kembali mengalami lonjakan kasus karena pelanggaran protokol kesehatan,” ujarnya.

Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini masih berlangsung, imbuh Dante, bertujuan agar Indonesia tidak kembali mengalami lonjakan kasus.

“Kita  harus mematuhi kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah karena bertujuan untuk kebaikan kita bersama. Insyaallah dengan ikhtiar bersama dari segenap pihak kita dapat melewati pandemi ini dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO perkembangan jumlah kasus COVID-19 secara global telah melewati 223 juta kasus dengan angka kematian mencapai lebih dari 4,6 juta kasus.

“Jumlah kasus baru relatif stabil dalam satu bulan terakhir. Tren penurunan terjadi di tiga kawasan WHO di dalam satu minggu terakhir, yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur, sebaliknya tren kenaikan terjadi di kawasan Amerika,” ungkap Retno.

Menlu pun bersyukur karena Indonesia termasuk salah satu negara yang terus mengalami tren penurunan.

“Di dalam beberapa hari terakhir, positivity rate nasional berhasil turun di bawah angka lima persen yang merupakan ambang batas WHO. Pada saat bulan Juli yang lalu, saat kita mengalami kasus yang sangat banyak sekali, positivity rate nasional kita melampaui 31 persen,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan Menlu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengungkapkan bahwa pada beberapa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, terjadi terputusnya hubungan atau decoupling antara kenaikan kasus dengan tingkat kematian akibat COVID-19.

“Artinya, meskipun terjadi lonjakan kasus namun tidak diikuti dengan kenaikan rawat inap dan juga kematian. Ini membuktikan bahwa vaksin bekerja, vaccine works,” ujarnya.

Oleh karena itu, Retno kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung program vaksinasi nasional yang digulirkan pemerintah. Mesin diplomasi Indonesia, tegasnya, juga akan terus bergerak dengan kecepatan penuh untuk memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan menyuarakan akses yang adil terhadap vaksin untuk semua negara.

“Dukungan semua rakyat Indonesia dengan melakukan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan sangat diperlukan. Ayo vaksinasi dan kita jalankan protokol kesehatan,” pungkas Menlu. (FID/DND/UN)

The post Wamenkes Dorong Pemda Lakukan Terobosan untuk Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan appeared first on Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Tags: Kabinet Indonesia Maju
Cloud Hosting Indonesia

Berita Lainnya

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

KNPI Kecam Pemuda yang Menggunakan Atribut KNPI Lakukan Demonstrasi di Kantor Bupati Simalungun. 

by dewauang
2 September 2025
0

  Mitra bhayangkara inobes.com/Simalungun--Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun Periode 2024-2027 mengecam tindakan beberapa pemuda...

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

Lapas Lubuk Pakam Ikuti Zoom Pembukaan IPPA Fest 2025

by Redaksi
21 April 2025
0

mitrabhayangkarinobes.com, | Lubuk Pakam, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Sumatera Ikuti zoom pembukaan...

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam: Kita Semua Adalah Keluarga

by Redaksi
4 April 2025
0

mitrabhayangkarainobes.com, | Lubuk Pakam, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kanwil Sumatera Utara...

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian. 

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian. 

by Redaksi
19 Januari 2025
0

Bapak Bona Uli Rajagukguk Bersama Pengurus Partai Gerindra Hatonduhan Serahkan Bantuan Musibah Kebakaran Di Nagori Parhondalian.   Mitra bhayangkara inobes.com...

TRENDING NEWS

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

TENTANG

mitrabhayangkarainobes.com | merupakan media yang mengutamakan publikasi suara rakyat serta menyajikan berita yang berimbang, kritis dan mendidik

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Recent Posts

  • Diduga Restu KPLP, Blok Kartini Lapas Kelas IIA Narkotika Pematangsiantar Disebut Kamar Khusus Lodes dan Narkoba. 
  • Bara Hati Indonesia Soroti Bandar Sabu “Heri” Kampung Korem. Jaringan Semakin Masif Dan Terorganisir. 

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com

No Result
View All Result
  • Berita
    • Pematangsiantar
    • Tapanuli
    • Medan
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Politik & Hukum

© 2021 | mitrabhayangkarainobes.com