mitrabhyangkarainobes.com,| HATONDUHAN, SIMALUNGUN – Tidak sekadar duduk di balik meja, Kepala Puskesmas Buntu Turunan Julita Damanik, memilih turun langsung ke lapangan pada Senin (16/03/2026). Ia mendatangi dua titik posyandu, yakni Posyandu Melati (Desa Buntu Turunan) dan Posyandu Mawar (Nagori Bosar Nauli), demi memastikan pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak berjalan 100%.

Bukan sekadar kunjungan formal, Julita terlihat membaur dengan warga. Ia ikut mengecek administrasi, berdiskusi santai dengan para ibu, hingga mendampingi proses imunisasi balita.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Hatonduhan mendapatkan hak sehatnya, mulai dari nutrisi hingga imunisasi lengkap,” tegas Julita di sela kegiatannya.
Aksi Nyata di Lapangan: Dari Pintu ke Pintu
Kunjungan ini memperlihatkan kerja keras para tenaga medis di tingkat desa:
Di Posyandu Melati (Buntu Turunan): Bidan Desa Dewi Aprina Sianturi bersama para kader fokus pada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi tinggi. Tujuannya jelas: mencegah stunting atau kurang gizi kronis sejak dini.
melakukan aksi jemput bola. Jika ada keluarga yang berhalangan hadir, petugas langsung melakukan kunjungan rumah (door to door) agar tidak ada balita yang terlewat dari pengawasan medis.
Di Posyandu Mawar (Bosar Nauli): Bidan Desa Sri Mayanti Sirait bersama kader melakukan aksi jemput bola. Jika ada keluarga yang berhalangan hadir, petugas langsung melakukan kunjungan rumah (door to door) agar tidak ada balita yang terlewat dari pengawasan medis.
3 Rahasia Puskesmas Buntu Turunan Jaga Kesehatan Warga:
Data Akurat: Pengisian Buku KIA dilakukan secara detail untuk memantau grafik tumbuh kembang anak secara nyata.
Dekat dengan Warga: Edukasi dilakukan secara persuasif. Petugas tak segan duduk lesehan bersama warga agar suasana lebih akrab dan pesan kesehatan lebih mudah diterima.
Kader sebagai Ujung Tombak: Memaksimalkan peran Kader Posyandu yang paling mengenal kondisi warga di lingkungan masing-masing.
Julita Damanik menekankan bahwa kunci keberhasilan kesehatan masyarakat adalah sinergi. Dengan pelayanan yang ramah dan sistem “jemput bola”, Puskesmas Buntu Turunan optimis kualitas kesehatan warga dari tingkat desa akan terus meningkat.(R.Sirait)















