Mitra bhayangkara inobes.com//Simalungun:Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simalungun kembali menuai sorotan keras. Setelah dua pekan berturut-turut ditemukan menu bermasalah, kinerja Satgas MBG yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Simalungun dipertanyakan. Publik menilai pengawasan yang dilakukan tidak hanya lemah, tetapi terkesan abai.
Temuan di dapur MBG Lingkungan V, Kelurahan Sondi, Hapoltakan, Kecamatan Raya menunjukkan adanya penurunan kualitas makanan yang cukup mencolok. Siswa dari beberapa sekolah mengeluhkan porsi yang tidak layak serta kondisi lauk yang jauh dari standar gizi.
“Daging ayam sangat kecil, tidak cukup. Ikan nila pun masih bersisik, seperti tidak layak konsumsi,” ujar sejumlah siswa.
Fakta ini bukan terjadi sekali, melainkan berulang selama dua minggu. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: ke mana peran Satgas MBG selama ini?
Di bawah komando Wakil Bupati, Satgas seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas program. Namun yang terjadi di lapangan justru sebaliknya, pengawasan nyaris tak terlihat, sementara dugaan penyimpangan semakin mencuat.
Sikap pihak pelaksana juga memperlihatkan minimnya tanggung jawab. Suplayer terkesan lepas tangan dengan menyuruh konfirmasi ke dapur, sementara tenaga ahli gizi justru memilih bungkam dan tidak merespons saat dihubungi.
Situasi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran, bahkan potensi permainan dalam pengelolaan MBG. Jika benar, maka ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan kegagalan kepemimpinan dalam mengawal program yang menyangkut kesehatan anak-anak.
“Kalau sudah dua minggu dibiarkan, ini bukan lagi soal tidak tahu, tapi patut diduga tidak ada keseriusan,” ungkap sumber di lapangan.
Publik kini menuntut sikap tegas dari Wakil Bupati selaku pimpinan Satgas. Evaluasi menyeluruh tidak bisa lagi ditunda. Jika ditemukan pelanggaran, pencopotan hingga sanksi tegas harus dilakukan tanpa kompromi.
Kondisi ini juga menjadi ujian integritas bagi seluruh jajaran yang terlibat. Program yang seharusnya menjadi kebanggaan justru terancam kehilangan kepercayaan publik akibat lemahnya pengawasan.
“Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya hadir di atas kertas, tapi absen di lapangan,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari Wakil Bupati maupun Satgas MBG Simalungun terkait temuan dua pekan berturut-turut ini.
Kini publik menunggu, apakah pimpinan Satgas akan bertindak dan bertanggung jawab, atau justru memilih diam di tengah persoalan yang terus berulang.(Red)







