Mitra bhayangkara inobes.com//SIMALUNGUN: Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pekerja merokok di dalam ruangan fasilitas MBG di Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, memicu kemarahan publik. Aktivitas tersebut dinilai mencederai standar kebersihan dan keamanan dalam pengelolaan makanan yang seharusnya dijaga ketat. Kamis (23/04/26).
Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang pekerja diduga dengan santai merokok di dalam area kerja. Jika terbukti benar, tindakan ini dinilai bukan sekadar pelanggaran ringan, melainkan bentuk kelalaian serius yang berpotensi membahayakan kualitas makanan.
Ketua Satgas Bara Hati Indonesia, Ramlan Sirait, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai kejadian ini tidak bisa dianggap sepele.
“Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Kalau pekerja bisa merokok bebas di dalam ruang pengolahan, berarti ada kelonggaran serius dalam pengawasan,” tegas Ramlan.
Ia bahkan menyebut, jika kondisi tersebut dibiarkan, maka patut diduga ada lemahnya kontrol dari pihak pengelola.
“Jangan sampai fasilitas yang seharusnya melayani masyarakat justru jadi contoh buruk. Ini harus dievaluasi total!” tambahnya.
Insiden ini membuka pertanyaan besar:
Apakah SOP kebersihan benar-benar diterapkan?
Apakah ada pengawasan rutin di lokasi?
Mengapa pelanggaran bisa terjadi secara terbuka?
“Kalau ini benar terjadi, maka ini alarm keras. Jangan tunggu ada dampak baru bergerak,” ujar Ramlan.
Bara Hati Indonesia mendesak:
Pemeriksaan langsung ke lokasi MBG
Pemberian sanksi tegas kepada oknum pekerja
Evaluasi menyeluruh sistem pengawasan
Klarifikasi terbuka kepada publik.
“Jangan tutup-tutupi! Kalau dibiarkan, publik akan kehilangan kepercayaan. Ini program untuk rakyat, bukan tempat pelanggaran,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG di Nagori Buntu Bayu.
Bara Hati Indonesia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata.
“Kami tidak menuduh, tapi kami menuntut perbaikan. Jangan sampai hal seperti ini dianggap biasa. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat,” tutup Ramlan.
Terpisah saat media mencoba meminta tanggapan dari ketua Satgas MBG yang merupakan wakil Bupati Simalungun melalui pesan whatsapp, tidak mendapat jawaban walau pesan whatsapp tampak centang dua. (Tim)







